Minggu, 30 November 2014

Bencana Banjir


Bencana yang telah terjadi di Indonesia sangatlah banyak. Entah itu bencana yang kita hadapi ketika alam sedang berkehendak atau bencana yang kita alami setiap tahunnya. Disini saya akan membahas bencana yang terjadi setiap tahunnya.
Bencana banjir , siapa yang tidak mengenal bencana yang terjadi di Indoensia setiap penghujung tahun ataupun awal tahun. Biasanya banjir terjadi pada saat musim hujan antara bulan Oktober sampai Maret. Dan musim hujan paling parah biasanya terjadi pada bulan Desember dan Januari. Pada saat bulan – bulan tersebut , hujan tidak henti-hentinya terus mengguyur dari pagi hingga malam hari. Maka disarankan untuk membawa payung atau jas hujan pada bulan- bulan tersebut.
Tentunnya karena curah hujan yang sangat tinggi dengan intensitas air yang banyak , sudah pasti banjir tidak dapat dihindari apalagi didaerah ibu kota Jakarta yang memiliki lapisan penyerapan air yang tipis. Sebetulnya bukan hanya karena lapisan penyerapan air yang tipis tetapi juga karena sampah – sampah yang menumpuk dibantaran sungai disekitar kota tersebut. Rata – rata penghuni yang tinggal dibantaran sungai disekitar Jakarta tersebut malas untuk membuang sampah ditempat pembuangan sampah . Biasanya mereka memilih jalan yang praktis yaitu dengan cara membuang sampah ke belakang mereka tinggal yaitu sungai tersebut. Itu terjadi terus menerus sehingga tertumpuklah sampah tersebut yang seharusnya menjadi jalananya air sungai tersebut masuk menjadi terhambat . Karena curah hujan yang tinggi dan air pun semakin banyak tetapi jalurnya terhalang oleh sampai hingga meluap keatas sungai sampai akhirnya banjir pun mengenangi wilayah tersebut sampai ke jalan – jalan besar di ibu kota Jakarta.
Cara menyikapi terjadinya bencana banjir untuk warga yang tinggal dibantara sungai tersebut adalah dengan membuat saluran air yang baik, yaitu dengan cara membuat terowongan saluran air di bawah tanah yang menjamin semua air hujan akan disalurkan menuju laut. Menanam pohon atau tanaman di sekitar rumah, pohon dapat menyerap air dengan sangat baik. Pohon dengan batang yang besar tentu lebih dapat banyak menyerap air jadi menanamlah pohon yang banyak disekitar lingkungan . Melestarikan hutan , hutan berfungsi sebagai bunga karang (sponge) dengan menyerap air hujan dan mengalir dengan perlahan-lahan ke anak-anak sungai. Ia juga bertindak sebagai filter dalam menentukan kebersihan dan kejernihan air. Hutan mampu menyerap air hujan pada harga 20%. Kemudian air hujan ini dibebaskan kembali ke atmosfir dalam sejatan kondensasi. Hanya dengan ini saja pengurangan air hujan dapat dilakukan.
Solusi kita untuk mencegah bencana banjir yaitu dapat dilakukan dengan mewujudkan sistem drainase kota yang dapat memberikan alternatif penyelesaian masalah banjir. Melalui penerapan lubang resapan dengan teknik Biopori ini, dapat dilakukan konservasi air, sehingga air dapat disimpan di dalam tanah. Diharapkan pada musim kemarau tidak terjadi kekeringan dan sebaliknya di musim hujan tidak banjir. Lebih jauh lagi, sampah rumah tangga yang selama ini disia-siakan pengelolaannya dan seringkali menjadi salah satu penyebab terjadinya banjir besar di kota Jakarta, dapat dikendalikan, bahkan bisa menjadi kompos sehingga lingkungan akan menjadi lebih hijau, bersih, indah, nyaman dan aman.  Selain itu, ada juga Sewer System yang dilengkapi tanki raksasa. Tanki raksasa itu digunakan sebagai penampung cadangan guna mengantisipasi debit air yang berlebih. Solusi banjir juga dapat dilakukan dengan pembangunan waduk dank anal. Serta yang tidak kalah penting adalah menghargai lingkungan sekitar kita dan juga daerah aliran sungai seperti jangan membuang dampah di daerah alisarn sungai. Karena itu penting memiliki rencana strategis dalam menangani masalah banjir demi mengurangi dan menghindari daerah dari bencana benjir.
Sikap kita mengenai bencana banjir tersebut adalah dengan cara memberikan bantuan terhadap korban – korban banjir tersebut, seperti memberikan mereka bantuan buku – buku gratis, karena buku yang mereka punya mungkin sudah ikut hanyut bersama banjir tersebut. Begitu juga kita memberikan baju – baju kita yang sudah tidak terpakai tetapi masih layak pakai  untuk warga – warga yang terkena banjir karena mungkin baju mereka juga basa dan hanyut oleh banjir. Kita juga bisa membuka tempat belajar sementara bagi adik – adik kita yang tidak bersekolah karena sekolah mereka tergenang banjir. Yang pastinya banjir ini tidak menghentikan mereka yang mau pada belajar untuk menjadi sukses kedepannya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar